Antara Dunia Kerja dan Naik ke Jenjang Pendidikan Lebih Tinggi

Suatu kepanikan setelah lulus dari sebuah lembaga pendidikan formal bagi seseorang ialah memikirkan apakah melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi atau langsung masuk ke dunia kerja. Demikian pula yang saya alami saat ini. Beberapa aplikasi telah saya masukkan ke berbagai perusahaan yang memiliki sistem pelatihan ataupun ke berbagai perusahaan IT. Namun hingga saat ini masih belum ada balasan dan kejelasan.

Sementara itu di dalam hati ada keinginan pula untuk melanjutkan Ke jenjang S2. Dan cita-citanya ialah melanjutkan S2 tidak di dalam negeri. Namun untuk meraih cita-cita ini nampaknya saya masih banyak terbentur masalah, baik dalam hal persyaratan maupun biaya. Karena itu saya lebih memfokuskan kepada pendidikan S2 yang ber-beasiswa saat ini. Dan untuk persyaratan (bahasa biasanya), saya masih harus bekerja keras meningkatkan nilai TOEFL saya setidaknya di atas 550, (dimana nilai terakhir TOEFL saya masih 470).

Teringat juga cerita dari dosen saya tentang seorang temannya yang nekat belajar ke luar negeri (Amerika) hanya dengan bermodalkan uang Rp 2.000.000,_. Kuliah S2 tanpa beasiswa di sana. Kenapa bisa berani begitu? Karena memang pada saat kondisi kepepet manusia cenderung akan berusaha lebih keras. Jadi si teman dosen saya ini setelah menginjakkan kaki di Amerika sana, dia langsung mencari pekerjaan tambahan yang tentunya untuk menghidupi dirinya. Dan terbukti hingga saat ini dia telah berhasil menyelesaikan pendidikannnya dengan baik, tanpa mengalami masalah finansial. Tidak semua orang seberani dia, tapi ada kalanya keberaniannya perlu ditiru.

Mungkin saya akan demikian juga, jika benar akan ke luar negeri sana. Sekarang tinggal satu, meningkatkan nilai TOEFl saya. Karena itu saya sedang berusaha meminjam dan membeli stuff-stuff yang berhubungan dengan TOEFL. Akhirnya liburan ini ada misi yang dikerjakan.

Pilihan pendidikan saya untuk S2 ialah bagian IT atau management. Management : ini merupakan sesuatu keputusan yang banyak diambil oleh teman-teman seperjuangan di Teknik Elektro ini. Tentunya inti dari pilihan ini ialah untuk membawa kami menjadi seorang yang mengerti management perusahaan pada saat lulus nantinya, dan pantas memegang jabatan yang cukup tinggi di suatu perusahaan. Tentunya dengan nalar sarjana teknik yang masih encer. Semoga hal ini bisa benar-benar tercapai.

Masalah selanjutnya ialah aplikasi job yang sedang saya ajukan. Untuk sementara saya akan terus mengejar setiap lowongan yang saya ajukan. S2 memang menggiurkan namun, prioritas saya masih ke pekerjaan. S2 akan saya cari jika TOEFL terpenuhi atau jika job tidak ada balasan. Pertimbangannya ialah mengenai dana awal untuk S2, tidak enak kan jika masih menjadi tanggungan bagi orang tua.

Masa depan itu ada di setiap pilihan. Peluang itu selalu datang. Coba berani mengambil keputusan di saat peluang masih ada. Dan jalani itu menjadi masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s